PuisiKritikan untuk Elit Politik dan Pemimpin Indonesia, 10 Puisi dan Sajak Indah Chairil Anwar Tentang Cinta Dan Kehidupan Sosial Teruntuk Hati Yang Pernah Menanti - Puisi Cinta Dari Hida' Puisi Cinta Sedih, Maaf Aku Pernah Menaruh Rasa 10 Puisi Nasehat Hidup Terbaik Dari Hida Puisi Religi A Nur "Yaa Rahman Yaa Rahim 1 Aku “Aku” merupakan salah satu puisi paling terkemuka pada Angkatan 45. Puisi karya Chairil Anwar ini dipublikasikan pada tahun 1943, puisi ini pulalah yang menjadi awal mula nama Chairil Anwar terkenal dalam dunia sastra. Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Selamattinggal!!! 12 Juli 1943. Puisi: Selamat Tinggal. Karya: Chairil Anwar. Biodata Chairil Anwar: Chairil Anwar lahir di Medan, pada tanggal 26 Juli 1922. Chairil Anwar meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 28 April 1949 (pada usia 26 tahun). Chairil Anwar adalah salah satu Sastrawan Angkatan 45. Temapuisi Doa karya Chairil Anwar ini ialah ketuhanan atau hubungan antara hamba dengan Tuhannya. D apat dibuktikan melalui kutipan puisi “Tuhanku / Dalam termangu / Aku masih menyebut nama-Mu” 2. Baca Ternyata Prabowo Langsung yang Tegur Fadli Zon Gara-Gara Kritik Jokowi Berikut ini kutipan syair dari puisi Doa karya Chairil Anwar yang diunggah akun YouTube Fadli Zon Official. Kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Cahaya Mu panas suci Tinggal kerdip lilin AnalisaMakna Puisi Tak Sepadan Karya Chairil Anwar Aku kira [Menurut dugaanku, aku meramalkan berdasarkan siapa kita bahwa..] Analisa Makna Puisi Aku karya Chairil Anwar (1943) Share Get link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Other Apps; Post a Comment Powered by Blogger Archive October 2015 47; September 2015 7; pSaExa. ï»żTemaTema pada puisi “Aku” karya Chairil Anwar adalah menggambarkan kegigihan dan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan, dan semangat hidup seseorang yang ingin selalu memperjuangkan haknya tanpa merugikan orang lain, walaupun banyak rintangan yang ia hadapi. Dari judulnya sudah terlihat bahwa puisi ini menceritakan kisah AKU’ yang mencari tujuan hidup. Pemilihan Kata DiksiUntuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya. Seperti pada baris kedua bait pertama “Ku mau tak seorang ’kan merayu” merupakan pengganti dari kata “ku tahu”. “Kalau sampai waktuku” dapat berarti “kalau aku mati”, “tak perlu sedu sedan“dapat berarti “berarti tak ada gunannya kesedihan itu”. “Tidak juga kau” dapat berarti “tidak juga engkau anaku, istriku, atau kekasihku”. RasaRasa adalah sikap penyeir terhadap pokok permasalahan yang terdapat pada puisi “Aku” karya Chairil Awar merupakan eskpresi jiwa penyair yang menginginkan kebebasan dari semua ikatan. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi. Sikap jiwa “jika sampai waktunya”, ia tidak mau terikat oleh siapa saja, apapun yang terjadi, ia ingin bebas sebebas-bebasnya sebagai “aku”. Bahkan jika ia terluka, akan di bawa lari sehingga perih lukanya itu hilang. Ia memandang bahwa dengan luka itu, ia akan lebih jalang, lebih dinamis, lebih vital, lebih bergairah hidup. Sebab itu ia malahan ingin hidup seribu tahun lagi. Uraian di atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang lahir dari ekspresi jiwa penyair. Nada dan Suasanaa. NadaDalam puisi tersebut penulis menggambarkan nada-nada yang berwibawa, tegas, lugas dan jelas dalam penyampaian puisi ini, karena banyak bait-bait puisi tersebut menggandung kata perjuangan. Dan menggunanakan nada yang syahdu di bait yang terkesan sedikit SuasanaSuasana yang terdapat dalam puisi tersebut adalah suasana yang penuh perjuangan, optimis dan kekuatan emosi yang cukup tinggi tetapi ada beberapa suasana yang berubah menjadi sedih karena dalam puisi tersebut menceritakan ada beberapa orang yang tak mengaangap perjuangannya si tokoh. MajasDalam puisi tersebut menggunakan majas hiperbola pada kalimat “Aku tetap meradang menerjang”. Terdapat juga majas metafora pada kalimat “Aku ini binatang jalang”. Pencitraan/pengimajianDi dalam sajak ini terdapat beberapa pengimajian, diantaranya Ku mau tak seorang ’kan merayu Imaji Pendengaran, Tak perlu sedu sedan itu’ Imaji Pendengaran, Biar peluru menembus kulitku’ Imaji Rasa, Hingga hilang pedih perih’ Imaji Rasa. AmanatAmanat adalah hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisinya. Amanat berhubungan dengan makna karya sastra. Makna bersifat kias, subjektif, dan umum. Makna berhubungan dengan individu, konsep seseorang dan situasi tempatpenyair mengimajinasikan dalam Puisi Aku’ karya Chairil Anwar yang dapat saya simpulkan dan dapat kita rumuskan adalah sebagai berikut Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang. Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannya saja. Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya. Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Akan tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih baik tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Puisi “Aku” karya Chairil Anwar ini menceritakan tentang perjuangan seseorang yang memiliki semangat yang tinggi, tidak mengenal kata lelah dan sakit walaupun ia terluka. Dengan tekad kuat yang ia miliki, ia terus berusaha untuk mencapai tujuannya tanpa memperdulikan banyaknya rintangan yang menghampiri. Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar ialah hiperbola, dibuktikan pada larik Biar peluru menembus kulitku, Akan tetap meradang menerjang bait 4 larik ke-1. Dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar memberikan pencitraan pada gerak dan perasaan. Citraan gerak ialah gambaran sesuatu yang seolah-olah dapat bergerak, citraan gerak pada puisi ini terdapat pada larik Luka dan bisa kubawa berlari bait 5 larik ke-1. Sedangkan citraan perasaan tergambar pada larik Hingga hilang pedih peri bait 5 larik ke-2. Pesan-pesan tersirat yang terdapat dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun rintangan menghadang. Manusia harus bisa menerima diri sendiri apa adanya, mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannya saja. Manusia harus memiliki semangat untuk terus maju dalam berkarya. Kesimpulan Dari puisi “Aku” karya Chairil Anwar dapat disimpulkan bahwa seseorang harus bekerja keras untuk menggapai sesuatu yang ingin didapatkan, tidak mudah menyerah, serta harus memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai tujuannya sebagaimana dengan kalimat yang dinyatakan pada puisi ini “Aku mau hidup seribu tahun lagi”, kalimat tersebut mengartikan betapa semangatnya untuk berjuang karena proses tidak akan mengkhianati hasil. *. Biodata Penulis Nama Lisa Selvira NIM 2003010006 Kelas M01 PBSI Mata Kuliah Kritik Sastra Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh Seli FerwaniKritik Sastra Karya Chairil Anwar AKU Kalau sampai waktukuKu mau tak seorang kan merayuTidak juga kauTak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalangDari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitku 1 2 3 4 5 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

kritik puisi aku chairil anwar